Lakukan 6 Hal ini Jika Ingin Sehat Finansial di Akhir Bulan, Bahkan Masa Tua

Ingin agar akhir bulan, bahkan masa tua tidak mengalami penipisan dompet?

Merupakan sebuah tantangan besar bagi profesional, khususnya bagi profesional muda untuk mengelola keuangan. Tidak heran lagi memang, karena betapa banyaknya hal-hal atau hasrat ingin memiliki setiap apa yang disukai. jika  gairah gaya hidup konsumtif terus dibiarkan dan dituruti, maka itu akan membuat finansial kita berantakan. Kebutuhan jika di turuti memang tiada habisnya, bahkan seberapa banyak uang yang kita miliki tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan. Memang kebutuhan hidup itu penting, namun seharusnya kita bisa pandai mengatur dan memilih mana yang menjadi prioritas mana yang bukan.

Lakukan-6-Hal-ini-Jika-Ingin-Sehat-Finansial-di-Akhir-Bulan,-Bahkan-Masa

Kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sebatas keinginan. Jika kita mampu mengatur keuangan dengan baik maka yang kita utamakan yaitu kebutuhan bukan keinginan. Kurang tepat memang jika semua itu disebut kebutuhan, yang sebenarnya hal tersebut termasuk keinginan. Kita harus bisa mengesampingkan keinginan yang tidak terlalu bermanfaat karena sebenarnya kebutuhan disetiap bulannya itu penting untuk di prioritaskan.

Setelah anda bisa memprioritaskan kebutuhan, dengan begitu, pola hidup konsumtif pun akan berkurang. Sehingga anda tidak perlu pusing lagi memikirkan dana untuk kebutuhan selanjutnya karena sudah kehabisan dana di pertengahan bulan. Pada akhirnya, gambaran masa tua pun akan terlihat lebih jelas dan matang dari sisi kesehatan finansial.

Berikut adalah enam langkah yang perlu anda lakukan sebagai seorang profesional muda dalam hal mengelola keuangan untuk menghindari resiko kehabisan uang di akhir bulan. Bahkan bisa untuk mempersiapkan finansial jangka panjang atau  masa tua secara matang.

1. 50% Total Pendapatan Untuk Pengeluaran Bulanan.

Kebutuhan bulanan merupakan sebuah prioritas yang harus diutamakan. Karena menjadi porsi yang sangat krusial dalam hal pengelolaan keuangan. Pada rancangan pengeluaran ini, sebaiknya anda bisa untuk mengalokasikan sebagian dari penghasilan bulanan anda atau 50% dari penghasilan untuk pengeluaran bulanan, karena kita tau bahwa kebutuhan saat ini menjadi semakin banyak dan mahal. Oleh sebab itu kita harus bisa mengatur uang dengan bijak, hal- hal yang tidak menjadi kebutuhan maka usahakan untuk dikesampingkan. Contohnya; di era serba modern seperti sekarang ini, banyak smartphone cangggih dengan fitur lengkap. Misalkan anda sudah mempunyai  smarphone ber-merk Samsung, kemudian di minggu ini ada samsung pengeluaran terbaru dengan kapasitas yang tak jauh berbeda namun harganya sudah berbeda jauh, kemudian anda terpincut ingin membeli smarphone pengeluaran terbaru tersebut, maka itu sebenarnya bukan kebutuhan primer melainkan hasrat ingin selalu memiliki.

50% dari anggaran bulanan tersebut perlu untuk anda kalkulasi dan pisahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan primer seperti biaya makan, transportasi, listrik, pulsa, asuransi, obat-obatan untuk penyakit ringan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya serta membayar berbagai cicilan sebelum memutuskan untuk membeli kebutuhan pelengkap atau sekunder. Hal ini sangat penting untuk kamu lakukan sejak sekarang. Buatlah planning yang tepat untuk mengatur keuangan jika ingin finansial anda tetap bisa sehat.

Kemudian setelah kamu mengkalkulasi dan memisahkan biaya kebutuhan primer, maka anda bisa menggunakan anggaran sisa dari porsi pengeluaran bulanan tersebut dengan lebih bijak. Anda bisa sisihkan sebagian untuk menabung, dan kita hidup juga butuh hiburan, karena itu juga merupakan penting namun harus bisa mengontrolnya. Misalkan kita berlibur setiap satu bulan atau dua minggu sekali. Misalkan pergi kepantai bersama keluargan sambil menikmati suasana indahnya alam ini sehingga otak anda juga bisa frash untuk memulai pekerjaan selanjutnya.

Kita tentunya butuh sarana dan prasarana dalam kelangsungan hidup kita . Untuk pengeluaran dalam membeli barang yang cukup mahal seperti alat elektronik, alangkah baiknya Kamu menggunakan kartu kredit, atau lebih sedikit bersabar dengan cara menabung dalam skala tabungan jangka pendek yang akan dibahas pada poin ketiga nanti agar cicilan bulanan tak semakin membengkak.

Sebagai saran tambahan; berbelanja kebutuhan secara online juga merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan efisien. Alasannya, kamu sudah tidak perlu untuk mengeluarkan biaya transportasi, menghemat waktu untuk melakukan hal lain, dan yang paling inti yaitu untuk menghindari  kebiasaan berbelanja di luar rencana awal yang sudah pasti akan memperbanyak pengeluaran. Karena itu merupakan hal yang sering terjadi ketika kita pergi berbelanja. Misalkan, rencana dari rumah kita ingin membeli sepatu saja, namun didalam toko terdapat tas yang sedang populer dan menggoda selera sehingga jadinya kita membeli ke duanya tersebut.

2. Buatlah catatan pengeluaran harian

Mungkin hal yang satu ini jarang sekali dilakukan bagi sebagian besar orang. Misalkan ketika berbelanja tentu saja kita dikasih struk pembelian, namun kita mengabaikan hal tersebut dengan membuang struk tersebut. Padahal itu seharusnya menjadi catatan pengeluaran harian anda. harusnya anda simpan struk pembelian setiap kali anda berbelanja. kemudian setelah  sampai rumah, luangkan waktu beberapa menit untuk membuat catatan secara detail terkait pengeluaran di hari tersebut. Dengan membuat catatan pengeluaran harian, itu bisa mengontrol kebutuhan anda, yang mana anda bisa memilah kebutuhan mana yang perlu untuk dibeli dan kebutuhan mana yang tidak perlu untuk dibeli keesokan harinya, tergantung dari kebutuhan prioritas harian anda. Terkadang kita sering membeli barang-barang yang tidak terlalu penting dan tidak mendesak. Salah satu contohnya adalah dengan membeli cemilan yang berlebihan dari segi kuantitas maupun harga.

3. 30% Total Pendapatan Untuk Tabungan

Ya benar. menabung adalah salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan finansial. Banyak manfaat dari kita menabung, bahkan tanpa kita mengesampingkan berapa besar porsi pengeluaran untuk kebutuhan bulanan yang terdapat pada poin pertama tadi. Persentase tabungan memang sengaja diberi porsi yang cukup besar, karena kita tau bahwa kita mempunyai kebutuhan jangka panjang, bahkan untuk perencanaan investasi jangka panjang pun, kita membutuhkan jumlah tabungan yang cukup besar. Dari hasil tabungan pun bisa menjadi dana darurat nomor dua secara terpaksa, bila dana darurat utama yang akan saya bahas di poin keenam nanti, tidak mencukupi.

Di sini, saya membagi skala tabungan menjadi dua bagian. Yang pertama adalah tabungan jangka pendek, dan yang kedua adalah tabungan jangka panjang.

Tabungan jangka pendek ini merupakan aktivitas menabung yang bisa Kamu lakukan dalam jangka waktu selama 6 hingga 12 bulan. Tabungan dalam skala inilah biasanya yang sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu mendesak seperti membeli perabotan rumah yang baru, Gadget baru, aksesoris untuk kendaraan, hingga memenuhi rencana liburan tahunan.

Banyak manfaat yang bisa diambil dari hasil tabungan jangka pendek salah satunya juga agar Kamu dapat terhindar dari meningginya penggunaan kartu kredit. Selain untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang mendekati tersier, tabungan jangka pendek juga bisa dialokasikan pada kebutuhan pendidikan informal. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita nikmati dari menabung.

Nah, manfaat lain dengan adanya tabungan jangka pendek yang bisa anda alokasikan yaitu untuk biaya kursus. Yups,, mungkin anda memang butuh kursus untuk terus menggali pengetahuan lebih luas lagi. Karena besar kemungkinan anda akan merasa bosan ketika berlama-lama berada di satu posisi jabatan dengan gaji yang begitu-begitu saja, maka tidak cepat puas dan ingin terus belajar adalah cara paling penting yang harus dilakukan. Mengikuti kursus atau pun Workshop bersertifikasi yang relevan dengan pekerjaan, akan menambah pengetahuan, relasi, hingga mempercepat perjalanan karir Kamu. Itulah solusi buat anda yaitu dengan mengikuti kursus. Untuk kebutuhan yang satu ini maka anda butuh pengeluaran dari tabungan anda.

Siapa sih yang tidak ingin hidup sejahtera ketika usia senja. Bahkan itu merupakan sebuah impian  bagi setiap manusia. Namun ,tak semudah itu untuk mencapai hal tersebut, banyak hal yang harus kamu lakukan termasuk Kamu harus memiliki kedisiplinan dan konsistensi dalam aktivitas menabung di masa muda. tabungan tersebut yang nantinya bisa kamu digunakan untuk berwirausaha atau pun untuk berinvestasi di pasar saham dengan beragam pilihan produk investasi saat ini demi menikmati hidup bebas finansial di masa tua. Bahkan bisa untuk memenuhi biaya pendidikan anak-anak di perguruan tinggi nantinya.

Banyak manfaat yang bisa kita nikmati berdasarkan tabungan jangka panjang. Tak cuma untuk persiapan menuju hari tua saja, tabungan jangka panjang yang rentang waktu menabungnya lebih dari satu tahun ini pun dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya menikah bagi yang belum menikah, kebutuhan biaya pendidikan formal menuju jenjang yang lebih tinggi, hingga tabungan Umrah atau Haji bagi yang beragama Muslim, dan lain sebagainya. Oleh karena itu betapa pentingnya menabung, mengingat akan ada banyak kenbutuhan yang harus kita penuhi di masa mendatang.

Sangat disarankan, perencanaan tabungan jangka pendek maupun jangka panjang ini Kamu susun dari yang paling cepat dananya yang akan  digunakan, hingga yang kiranya masih lama, agar rentang waktu menabung dari setiap kebutuhan serta keberlangsungan aktivitas menabung dapat berjalan secara tertata rapi dan berkala.

Untuk membagi persentase dalam skala jangka pendek maupun panjang dari dana 30% tersebut lebih detail, maka sesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan daftar perencanaan tabungan anda.

4. Buat rekening lebih dari satu

Cara yang sangat tepat untuk menata keuangan agar menjadi lebih rapi yaitu membuat rekening lebih dari satu. Menurut saya itu adalah salah satu cara yang cukup solutif. Dalam hal ini, saya menyarankan untuk membuat tiga rekening, yang semua itu ada gunanya masing-masing. Berikut rinciannya :
– rekening Yang pertama: untuk menyimpan tabungan jangka panjang,
– rekening yang kedua : untuk menyimpan tabungan jangka pendek, dan
– rekening yang ketiga : untuk menyimpan dana darurat dan kebutuhan pengeluaran bulanan.
Cara ini tepat untuk anda dalam memudahkan mengontrol pengeluaran bulanan serta anda bisa mengetahui banyaknya jumlah dana yang telah anda tabung.

5. 10% Total Pendapatan Untuk Investasi

Investasi dengan menabung  memang hampir sama, yitu sama sama bertujuan untuk menyimpan uang. Namun yang berbeda dari investasi yaitu, berdasarkan investasi yang kita lakukan biasanya kita bisa mendapatkan keuntungan dari modal semula. Misalkan dengan membeli emas, sebidang tanah, bekerjasama dengan rekanan untuk membangun wirausaha, hingga mengikuti investasi Reksadana atau jenis saham lainnya, sehingga kita akan dapat keuntungan yang lebih dari modal yang kita tanam. Maka Selain menabung, berinvestasi dalam berbagai bentuk, merupakan salah satu cara agar meminimalisir potensi kesulitan finansial, yang sangat disarankan bagi seorang profesional muda. Untuk investasi dalam nominal kecil, dapat Kamu lakukan setiap bulannya. Namun, jika Kamu berencana untuk melakukan investasi pada sesuatu yang bernilai nominal besar seperti membeli tanah, buat tabungan khusus untuk investasi, dan masukkan dalam tabungan skala jangka panjang.

Berbeda halnya dengan menabung, yang mungkin nilai mata uangnya akan termakan inflasi, maka berinvestasi akan mendatangkan keuntungan bagi anda. Karena apa ?  mengingat nilai emas dan tanah yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya, maka besar harapan untuk anda mendapatkan keuntungan.  Membangun usaha bersama rekanan pun akan membuat dana Kamu terus berputar dan menghasilkan pendapatan tambahan.

Saya menyarankan agar anda bisa untuk mengalokasikan dana investasi sebesar 10% dari total pendapatan per bulan. Penambahan sekian persen dari uang tabungan jangka panjang pun sangat disarankan.

6. 10% Total Pendapatan Untuk Dana Darurat

Nah, setelah semua pendapatan per bulan sudah dialokasikan pada tempatnya masing-masing,maka masih tersisa 10% dari total pendapatan bulanan, Dan sebaiknya dana tersebut Kamu sisihkan untuk dana darurat seperti mengganti bagian dari kendaraan yang rusak, memperbaiki ponsel yang tiba-tiba mengalami gangguan, hingga kebutuhan darurat lainnya yang tidak terduga. Dan masih ada banyak keuntungan lainnya misalkan Keuntungan lainnya di akhir bulan dana ini tidak terpakai, maka bisa Kamu alihkan ke saldo tabungan.

Demikianlah ke 6 Cara Agar Tetap Sehat Finansial di Akhir Bulan, Bahkan Masa Tua, tentunya harus dijalankan dengan benar-benar disiplin dan penuh konsistensi agar semua rencana bisa terwujud secara nyata. Setelah mengetahui dan berencana untuk menjalankan keenam langkah ini, Kamu sudah tak perlu khawatir lagi dengan kebiasaan umum yang sering dialami sebagian orang yaitu penipisan dompet di akhir bulan atau di pertengahan bulan. Anda juga akan terlepas dari bayang-bayang gambaran masa tua yang tidak sejahtera. Selamat mencoba .

Leave a Reply