Inilah Kelebihan & Kelemahan E-money Yang Belum Pernah Anda Ketahui

Mau Pakai e-Money? Kenali Kekurangan dan Kelebihannya Dulu

Lebih baik uang konvensional atau e-money ya?

Dewasa ini, kemajuan teknologi akan semakin berkembang pesat dari tahun ketahun. Sudah tidak dapat disangkal lagi memang. Hal itu bisa kita lihat salah satunya yaitu mengenai inovasi teknologi uang di Indonesia.

Manusia berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi kekinian yang bertujuan untuk memudahkan hidup.

Inilah Kelebihan & Kelemahan E-money Yang Belum Pernah Anda Ketahui

Berbeda dengan pada zaman dahulu kala. Dalam melakukan transaksi penjualan dilakukan dengan sistem barter, yaitu sistem penukaran barang dengan barang. Setelah melewati proses itu, lalu kemudian kita hanya mengenal 2 (dua) jenis uang untuk melangsungkan transaksi, yaitu uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Itu dulu, berbeda jauh di zaman sekarang ini, berdasarkan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih maka hadirlah inovasi uang yaitu menjadi uang elektornik/e-money. Di Indonesia penggunaan E-Money sudah sangat marak, buktinya berdasarkan data dari website resmi Bank Indonesia, telah terdapat 22 (dua puluh dua) penerbit E-Money baik berupa Perseroan Terbatas ataupun Bank hingga tahun 2017 ini.

Nah, sebelum kita memilih antara uang kertas dengan E-Money, alangkah baiknya kita teliti lebih lanjut mengenai difinisi, kegunaan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Karena segala sesuatu pasti ada kelemahan serta kelebihan, begitupun dengan uang.

1.) Definisi uang menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, selanjutnya disebut UU Mata Uang. Uang merupakan alat pembayaran yang sah. Pada umumnya, kegunaan uang adalah sebagai alat pebukaran dengan barang ketika kita ingin memiliki suatu barang yang kita sukai, uang juga digunakan sebagai satuan alat hitung/harga suatu barang, uang dapat digunakan sebagai mahar suatu perkawinan. Lalu apa sih kelebihan dan kelemahan uang konvensional?
Tentu saja uang konvensional baik logam ataupun kertas memiliki keunggulan. Salah satu yang menjadi keunggulan adalah mudah dan praktis ketika dibawa dan dilipat sehingga dapat disimpan dimana saja serta digunakan kapan saja, dan juga tidak membutuhkan mesin lain untuk menggunakanya terlebih jika sedang berada di daerah yang susah sinyal dan listrik.
Dasamping itu, uang konvensional juga mempunyai kekurangan tersendiri, yaitu :
– masalah ketersediaan bahan baku, jika pada suatu hari bahan dasar pembuatan uang tersebut habis, tentu akan menimbulkan masalah baru misalnya suatu pohon sebagai bahan baku tersebut menjadi punah.
– rentan menimbulkan kriminalitas jika seseorang membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar tanpa pengawalan petugas keamanan.
– uang kertas rentan untuk dipalsukan, jika pengguna tidak memperhatikan secara seksama, bisa saja dia mendapatkan uang palsu.

2.) Sedangkan, definisi uang elektronik (E-Money) dapat ditemukan dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang uang elektronik (Electronic Money) sebagaimana telah diubah dua kali menjadi Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/17/2016.

Adapun definsi E-Money adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

a.) diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit.
b.) nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip.
c.) digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut.
d.) nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.
Lalu, apa dong yang menjadi kelebihan e-money dibanding dengan uang konvensional berupa uang kertas atau uang logam ?

Yang menjadi keunggulan penggunaan E-Money adalah lebih efektif dan efisien dalam menggunakan uang. Penggunaan E-Money akan lebih efektif untuk mengurangi peredaran uang palsu di masyarakat, dan untuk mencegah tindak pidana yang dikarenakan seseorang membawa uang tunai dalam jumlah besar ( perampokan ). Efisiensi dalam penggunaan E-Money terjadi saat transaksi elektronik, konsumen tidak perlu repot menghitung uang kembalian, apalagi jika nominal angkanya unik, konsumen mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang digunakan, konsumen dapat menghemat waktu antrian misalnya antrian di jalan tol, ataupun di mall serta tempat perbelanjaan lainya dengan skala belanja banyak. Serta bisa menghemat penggunaan kertas yang dapat mengancam kerusakan lingkungan. Penggunaan E-money juga akan mendatangkan keuntungan berupa potongan harga atau diskon dari produk-produk tertentu. Banyak keunggulan dari e-money dibanding dengan menggunakan uang konvensional.

Namun disetiap kelebihan pasti ada juga kelemahannya. Yang menjadi kekurangan dari e-money ini adalah saldo E-money bank A hanya dapat diisi ulang di mesin Anjungan Tunai Mandiri di Bank A tersebut; Ketersediaan mesin-mesin elektronik penyedia jasa E-Money atau biasa disebut merchant yang masih sedikit, terlebih jika kita sedang berada di luar kota yang masih kurang akses terhadap layanan perbankan atau didaerah yang susah dijangkau sinyal serta listrik. Jika E-Money tersebut hilang, maka uang-nya juga akan hilang, beda hal-nya dengan kartu debit&kartu kredit jika hilang, uang tersebut tidak akan hilang dan pengguna dapat membuat kartu yang baru dengan dilampiri surat keterangan hilang dari Polisi.

Nah, berdasarkan pernyataan tersebut, bagaimana keputusan pembaca semua ? apakah lebih suka menggunakan uang e-money, atau uang konvensional ? jadi sekarang terserah pembaca mau menggunakan uang yang mana. Tapi menurut saya sih alangkah baiknya jika kita memiliki keduanya, uang konvensional tetap dibawa di dompet, namun tidak dalam jumlah nominal yang banyak agar kita sendiri tidak ketakutan dicopet ataupun hilang saat membawanya, serta kita tetap membawa e-money. Kita bisa menggunakan ke-2 alat transaksi tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Leave a Reply