Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula Agar Berhasil

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula Agar Berhasil – Tentu tidak asing lagi ditelinga anda bukan? Yaitu jamur yang sudah populer di masyarakat, apalagi bagi kalangan kuliner. Jamur tiram merupakan jamur yang banyak diminati berbagai kalangan, bahkan jamur tiram banyak digunakan sebagai menu sajian bagi pengusaha kuliner seperti jamur krispy yang mempunyai banyak peminat. Cara budidaya jamur tiram tidaklah sulit, untuk menyesuaikan terhadap kondisi lingkungan juga mudah. oleh karena itu jamur tiram banyak dikembangkan oleh wirausahawan, baik itu dengan skala kecil atau dirumah, yang biasa dilakukan oleh pengusaha jamur tiram yaitu dengan  mengusahakan pembiakan bibit nya saja lalu kemudian menjual bibitnya, atau mulai dari membibit hingga membudidayakan sendiri. Dan kebutuhan jamur tiram di kalangan maasyarakat akan terus meningkat.

Cara-Budidaya-Jamur-Tiram-di-Rumah-Untuk-Pemula-Agar-Berhasil

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tidak mengherankan jika banyak orang yang gandrung dan ingin mempelajari bagai mana cara budidaya jamur tiram, sekalipun itu hanya dalam skala kecil atau di rumah. Namun bagi anda yang ingin menjalankan usaha ini, maka sebelum memulai terjun kedalam usaha budidaya jamur tiram ini alangkah baiknya untuk mempelajari dahulu apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara persiapannya, supaya pada saat nanti melakukan tahapan cara budidaya jamur tiram dapat mengantisipasi dalam meminimalisir kegagalan panen.

Langkah Awal Cara Memulai Budidaya Jamur Tiram

Memilih Bibit Jamur Tiram Untuk Dibudidayakan Harus yang berkualitas

Hal penting yang harus anda perhatikan yaitu dalam memilih bibit, untuk memilih bibit anda jangan sal-asalan, harus yang benar-benar memiliki kualitas unggulan agar nantinya membuahkan hasil yang maksimal dalam pembibitan. Kebanyakan masalah yang sering dialami oleh petani jamur tiram yaitu masalah pembibitan, mereka mencari bibit secara asal-asalan sehingga mengakibatkan miselium tidak tumbuh seperti yang diharapkan, dan hasil panen pun tidak maksimal. Untuk menghindari bibit yg tidak berkualitas  ada dua cara bisa kita lakukan:

1). kita membuat sendiri membibitkan bibit murni hingga mendapatkan bibit F1.
2). Membeli bibit berkualiitas pada petani jamur yang jujur atau beli di instansi penyedia bibit dapat dipercaya.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram perhatikan hal-hal berikut ini:

1). Membeli dari instansi ternama serta memiliki sertifikasi. Atau menggali informasi kepada petani lain untuk mencari tau tempat pembelian  bibit jamur tiram yg berkualitas.
2). Pilih bibit telah teruji, Untuk jamur tiram memiliki BER nya sekitar 75%.
Miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya. Dikhawatirkan pada bagian tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi, bila tumbuhnya tidak merata.
Jangan lupa periksa tanggal pembuatan dan juga kadaluarsa

Mencari informasi dari para petani jamur tiram yg sudah berhasil.

Media Tanam Untuk Budidaya Jamur Tiram

Media tanam yang biasa digunakan untuk memproduksi jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan menjadi satu yaitu: Serbuk kayu bekas gergaji sebanyak 80%, Bekatul sebanyak 10-15%,Kapur CaCo3 sebanyak 3%, Dan Air kurang lebih 40-60%.

Cara membuat baglognya

Untuk membuat 1000 media budidaya jamur tiram, membutuhkan 800 kg serbuk kayu bekas gergaji, 30 kg kapur, , 100-150 kg bekatul, kemudian semua bahan itu dicampur sampai keseluruhan merata, lalu kemudian tambah air sekitar 60% dari total keseluruhan bahan. Setelah  media sudah tercampur secara merata dan baik, cara mengujinya yaitu apabila di genggam tidak mengeluarkan air serta apabila dilepas gengaman tidak pecah.

Fermentasi Media Tanam Budidaya Jamur Tiram

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Dan Fermentasi media tanam sangat penting dilakukan sebelum digunakan untuk menanam jamur tiram, cara fermentasinya yaitu didiamkan dulu selama kira-kira 5-10 hari, dengan tujuan agar terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada matrial media tana tadi. Selama proses fermentasi berjalan, suhu akan meningkat mencapai 70°C, selama itu pula dilakukan pembalikan bahan setiap harinya agar supaya proses pelapukan material bahan bisa merata disemua bagiannya. Selain untuk mempercepat pelapukan, fermentasi juga bertujuan untuk mematikan jamur liar yang nanti dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Jika bahan media sudah berubah warna baglognya menjadi cokelat kehitaman, maka itu berarti media sudah siap untuk digunakan.

Sterlisasi Media Tanam

Media tanam yang sudah difermentasi tadi dapat dimasukkan kedalam kantong plastic jenis polipropilen, kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol. Dibagian atas leher kantong plastic dipasang ring semacam cincin dari pipa kecil, lalu disumbat menggunakan kapas, dan dipasang penutup baklog supaya air tidak masuk kedalam kantong pada saat pengukurannya.

Untuk melakukan proses sterilisasi, hanya bisa dilakukan jika bakglognya telah siap, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana yang dapat digunakan yaitu dengan drum, dalam satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Proses kerjanya yaitu dengan memanfaatkan panas uap air yang ber suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam. sehingga akan membuat baklog jadi lebih steril. Ketika suhu pengukusan mencapai 100°C pertahankan selama kira-kira 5 jam. Waktu dibutuhkan mencapai suhu 100°C 3 jam,itu tergantung kestabilan api ditungku. Selanjutnya, wadah pengukus dibuka serta didiamkan selama 5 jam sampai suhu baglog kembali menjadi normal.

cara-budidaya-jamur-tiram-di-rumah,cara-budidaya-jamur-tiram-putih,cara-budidaya-jamur-tiram-sederhana,cara-budidaya-jamur-tiram-untuk-pemula,

Proses Inokulasi

Inokulasi adalah pembiakan bakteri pada suatu perbenihan. Nah setelah baglog disterilisasi maka sebaiknya dipindah ke tempat inokulasi tersebut. Lalu  didiamkan selama 24 jam untuk mengembalikan kesuhu normal kembali. Ruangan inokulasi keadaannya steril juga harus memiliki sirkulasi udara sangat baik. Hal ini  bertujuan untuk meminimalisir tercemarnya baklog dari spora pathogen dan juga bakteri.

Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam bagloog.

#. Ambil botol bibit F3, semprotkan alcohol kebotol bibit tersebut.

#. Kemudian panaskan sebentar mulut botol dengan api spiritus sampai    sebagian kapas terbakar, matikan api membakar kapas tadi.

#. Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, kemudian aduk menggunakan  kawat benda lain yg sudah disterilkan diatas api sebelumnya.

#. Kemudian masukkan bibit dari botol kebaglog sampai leher baglog menjadi penuh bibit, lalu tutup kembali dengan kapas, setiap balog diisi 10 gr bibit.

Proses Inkubasi

Inkubasi bertujuan agar bibit yg telah di inokulasi akan segera ditumbuhi miselium. Buat menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram ruang inkubasi memiliki kelembaban 90-100%, suhu 24-29°C, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam sekali. Sekitar dalam waktu 15-30 hari masa inkubasi, miselium sudah tumbuh hingga mencapai separuh bagian baglog. Apabila miselium telah memenuhi baklog, itu berarti baglog siap untuk dipindahkan ke rumah kumbung untuk di budidaya sampai panen. Namun, jikalau dalam waktu satu bulan jarak dari waktu inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium juga, itu berarti proses inokulasi sebelumnya yang dilakuakn telah gagal.

jika baglog sudah dipindahkan di rumah kumbung dan telah dipenuhi misellium, kemudian potong plastik pada ujung balog, yaitu dengan menggunakan silet steril. Lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh jamur tiram. Bila bibit jamur tiram dibeli bibit F4, maka tidak perlu lagi untuk melakukan tahapan penyiapan hingga masa inkubasi, karena bibit F4 baklog bisa langsung ditempatkan di rumah produksi. Biasanya, tubuh jamur tiram akan terbentuk setelah 1 sampai 2 bulan dari penempatan baglog di rumah kumbung.

Dan perawatan yang terakhir yaitu menyiram atau menyemprot jamur tiram secara rutin 3 kali sehari. Rutinitas inilah yang bisa membuat kualitas jamur baik atau tidak. Lalu kemudian setelah sekitar 1 sampai 2 bulan, maka jamur tiram akan membesar dan siap untuk di panen. Panen jamur tiram tidak hanya sekali saja,namun bisa sampai 8 kali panen per satu kali pembudidayaan. Dan apabila menginginkan kualitas jamur tiram yang lebih baik, maka dapat di siram dengan cucian air beras.

Berdasarkan langkah-langkah Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula Agar Berhasil diatas, pastinya mampu untuk menarik minat anda untuk terjun kedalam usaha yang satu ini. Bahkan mungkin anda sudah tidak sabar untuk menghitung berapa keuntungan yang akan didapat dari usaha budidaya jamur tiram di rumah ini. Itulah paparan singkat cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula bisa menjadi referensi anda. Dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply