3 Kesalahan yang Bikin Bisnis Startup Tumbang

3-Kesalahan-yang-Bikin-Bisnis-Startup-Tumbang

Bikin Start Up Seorang Diri

Istilahnya, anda menjadi seorang author, namun anda seorang diri, kemudian yang ingin anda bangun itu bukan toko untuk jualan, melainkan anda itu ingin bikin start up yang nantinya akan menyediakan sebuah jasa bagi masyarakat luas. Namun, apakah mungkin anda  masih punya planning untuk mendirikan semua itu sendirian?  Maka berfikirlah, bahwa yang harus anda bangun itu perusahaan bos.

Seperti yang tergambarkan dari sejarah seorang Larry Ellison, yaitu seorang pendiri Oracle  yang telah sukses merintis sebuah start up dan membangunnya menjadi besar seorang diri. Kebanyakan pada umumnya, hal ini dilakukan secara bersama. Paling tidak, jika suatu hari nanti anda merasa  kehilangan semangat, ada orang lain sesama pendiri yang bakal saling mensuport dan berkata : usaha kita masih panjang friend. Kita satu team, kalau masalah modal yang dikeluarkan juga bisa dibagi.

Proses Rekrutmen yang salah

Hal yang harus anda hindari yaitu masalah tentang rekrutment, jangan mentang-mentang anda punya banyak ide cemerlang, serta memiliki rekan banyak, kemudian anda dengan mudahnya menyerahkan ide tersebut kepada mereka. Anda harus jeli dalam memilih teman partner anda, teman boleh banyak, itu memang bagus jika mempunyai banyak teman. Namun teman bermain itu tidak harus menjalankan usaha bareng. Anda harus benar-benar jeli dalam memilihnya, jangan sampai anda membicarakan semuanya kepada orang yang tidak tepat tentang ide anda itu, padahal anda pun tau karakter dari mereka seperti apa.

Jika anda senang berkumpul-kumpul dengan teman anda, kemudian anda mempunyai rencana untuk merekrutnya sebagai partner bisnis anda, itu tiada salahnya asalkan dia memiliki kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dengan bisnis yang anda jalankan. Untuk memilih seorang partner, anda jangan asal-asalan untuk merekrut mereka, karena itu akan berhubungan dengan suksesnya start up kamu, dan jika salah memilih partner bisa jadi akan membuat anda gagal membangun start up. Jangan karena dengan alasan sudah terlanjur memiliki hubungan dekat, lalu anda berfikir bahwa teman dekat akan baik lagi jika jadi rekan bisnis. Anda jangan berfikir seperti itu, toh kalau dia mempunyai kemampuan dalam berbisnis, jika memang dia bisa dipercaya dalam menjalankan bisnis anda sih tidak masalah.

Sering Gonta-Ganti Rencana Bisnis

Hal yang sering dilakukan oleh seorang founder start up adalah sering gonta-ganti rencana bisnis. Dan hal ini kebanyakan dialami oleh founder start up muda. Karena mereka merasa dirinya memiliki segudang ide-ide cemerlang untuk mendirikan sebuah bisnis, maka dari itu mereka dengan seenaknya bergonta ganti rencana. Padahal rencana bisnis yang sedang berjalan belum selesai di eksekusi, dan belum menemukan titik akhirnya. Tahukah anda, bahwa dengan seringnya berganti rencana bisnis itu berarti anda sama saja me-restart ulang usaha anda dan harus memulai dari nol lagi. Seharusnya anda harus fokus pada satu rencana yang telah matang untuk dijalankan, misalkan anda melaju ke arah barat ya anda harus terus fokus untuk berjalan ke barat bahkan anda bisa berlari kencang agar cepat sampai menuju garis finish, bukannya anda malah berbalik arah ke timur, itu sama saja anda mulai berdiri pada garis start lagi. Lalu kapan sampainya ke garis finish jika anda masih terus begitu.

Tujuan dari adanya sebuah rencana bisnis itu sebagai pemandu langkah anda.  Mulai dari tujuan, misi, serta menyiapkan cara untuk mendapatkan seorang customer. Itulah isi dari perencanaan sebuah bisnis.

Tentukan dengan bijak nilai-nilai yang akan anda terapkan dalam perusahaan anda. Dan rencana bisnis akan menjadi acuan bagi anda dalam mengembangkan start up. Anda jangan tepengaruh dengan mitos tekhnologi yang menyesatkan anda dalam ungkapan bahwa tekhnologi itu fleksibel, sehingga anda juga harus fleksibel untuk melakukan tindakan dalam perusahaan. Itu merupakan sebuah pernyataan yang salah.

Baca Juga: Contoh Usaha Modal Kecil Yang Banyak Diminati

Selain dari ke tiga hal diatas, ada satu hal lagi yang sering di lakukan oleh seorang founder start up  yaitu tidak bisa mengoperasikan uang dengan baik. Ini penting loh guys, perusahaan manapun, dan sebesar apapun jika tidak bisa mengelola uang dengan baik maka tidak lama akan gulung tikar. Jadi, kemampuan dalam mengelola uang itu sangat berpengaruh terhadap start up anda. Karena kebanyakan mereka yang telah gagal yaitu memiliki banyak uang namun tidak bisa mengarahkan ke hal-hal yang tepat, sehingga pada akhirnya mereka banyak yang bangkrut alias gulung tikar.

Leave a Reply