10 Sikap yang Bikin Kamu Dijauhi Teman Sekitar

Semoga kamu bukan salah satunya

Semua orang pasti memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Ada yang baik, kejam, lemah lembut, kasar, dan lain sebagainya. Dan semua karakter tersebut ternyata tidak semua orang dapat dengan mudah menerimanya. ada beberapa karakter yang justru dapat dijauhi oleh orang lain. Apa saja karakter tersebut ?

Dari pada penasaran, langsung kita cek yuk dan semoga ini tidak menjadi salah satu karakter yang anda miliki.

1. Orang yang suka bergosip.

Siapa sih yang tidak gemar menggosip? Hampir sebagian besar orang gemar menggosip, terutama bagi kalangan perempuan. Bergosip memang suatu kegiatan yang paling mudah dijumpai serta banyak disukai banyak orang. Tak heran jika acara gosip dari kalangan artis di televisi masih terus punya rating tinggi.

Namun sayangnya bergosip ialah suatu perbuatan yang sangat buruk. Kenapa tidak, jika kita sering membicarakan orang lain, maka tentu akan mendapatkan reputasi buruk di lingkungan. Tak hanya itu, jika kita membicarakan keburukan orang lain, maka secara otomatis akan ada balasannya buat kita, yaitu orang-orang akan menggosipkan kita sendiri bahkan jauh lebih parah lagi.

2. Orang yang suka mengeluh.

Mengeluh adalah kegiatan yang mudah dilakukan dan tanpa disadari bisa menjadi kebiasaan. Namun sebenarnya kebiasaan mengeluh merupakan sebuah tindakan yang tidak baik. Bahayanya adalah kita bisa menjadikan apa saja sebagai keluhan, itu menandakan bahwa kita menyerah dan tidak mampu mengatasi sebuah permasalahan. Sehingga akan membuat orang-orang disekeliling kita merasa tidak nyaman bahkan akan mengucilkan kita karena  suka mengeluh . Apalagi hal yang dikeluhkan itu sebenarnya sebuah pekerjaan yang mudah dilaksanakan.

3. Orang yang pesimistis.

Orang pesimis biasanya mempunyai teman yang relatif lebih sedikit dibanding dengan orang-orang yang suka bersikap optimis. Kenapa begitu ? karena orang yang terbiasa bersikap pesimis akan mudah untuk dijauhi teman , Penyebabnya sederhana: kita mengundang nasib berupa kegagalan untuk datang. Tak ada orang yang ingin gagal ‘kan? Nah berbeda dengan Orang optimis lebih menyenangkan untuk diajak berbicara dan bekerjasama. Alasannya karena orang ingin mendapatkan semangat serta energi positif dari anda. so, hilangkan kebiasaan bersikap pesimis jika tidak ingin dijauhi orang.

4. Orang yang gemar menghakimi.

Hal yang satu ini mungkin juga sering terjadi, yaitu suka menghakimi orang lain yang belum tentu jelas faktanya. Hal itu justru akan mengundang kebencian terhadap dirinya sendiri. Ia akan rentan dijauhi orang-orang akibat dari ulahnya tersebut. Coba anda teliti, mana ada orang yang mau dihakimi dan disalahkan, tentu gak akan ada kan. Maka dari itu orang yang demikian akan mudah dijauhi oleh teman.

5. Orang yang gemar beralasan!

Orang yang gemar beralasan biasanya tidak memiliki sebuah komitment yang kuat, yaitu komitment terhadap tanggung jawab. Padahal setiap manusia itu harus memiliki komitment dalam tanggung jawab agar supaya dihargai oleh orang lain. Maka sudah jelas memang, orang yang suka mengelak dari tanggung jawab, itu memang berarti dirinya tidak punya komitment, paling tidak kepada diri sendiri. Jika tidak, maka resikonya yaitu akan dijauhi oleh orang lain.

6. Orang yang selalu menyalahkan keadaan atau orang lain.

Langkah selanjutnya dari mengemban tanggung jawab adalah keberanian untuk menerima konsekuensinya. Kalau misal hanya ngomong iya tetapi kalau gagal suka menyalahkan keadaan atau orang lain sih sama aja. Padahal tanggung jawab dan kapabilitas seseorang bisa dinilai ketika kita telah berusaha maksimal dan menerima apapun hasilnya.

Orang bijak dapat dinilai ketika kita telah melakukan suatu hal dengan maksimal, serta mampu menerima apapun hasilnya. Karena setiap tindakan pasti akan ada konsekuensinya, dan itu pasti, serta itu bahkan menjadi tanggung jawab yang harus kita emban dalam menerima apapun hasil yang akan kita terima berdasarkan dari apa yang kita perbuat. Misalkan hany ngomong iya tetapi kalau gagal suka menyalahkan keadaan. Padahal orang yang suka menyalahkan keadaan itu berarti dirinya dapat dianggap remeh karena tidak mampu serta tidak berani untuk menerima konsekuensinya.

7. Orang yang suka melebih-lebihkan keadaan.

Cara bercerita yang melebih-lebihkan mungkin memang menarik dan membuat percakapan jadi seru. Sayangnya teknik ini hanya bisa dipakai ketika suasana santai dan berada dalam konteks bercanda. Ketika kita melebihkan segala sesuatu dalam berbagai kondisi, orang akan menilai kita sebagai pembual.

Ketika dalam berbicara mungkin dicampuri dengan canda memang seru kali ya, bahkan mungkin ada yang melebih-lebihkan dalam bercerita, itu akan terlihat seru memang. Namun jika hal itu dalam keadaan ngobrol santai dengan teman-teman. Ketika melebih-lebihkan segala sesuatu dalam keadaan atau kondisi apapun atau tidak bisa menyesuaikan dengan keadaan justru itu orang-orang akan menganggap kita sebagi orang yang suka membual, hal itu bisa membuat orang lain menjadi risih terhadap kita.

8. Orang yang senang bermain sebagai korban atau playing victim.

Tak ada orang yang menyukai disalahkan. Dan orang yang mengakui kesalahan adalah sikap ksatria. Orang yang suka mengambil keuntungan dengan melepaskan diri dari tanggung jawab adalah hina. Apalagi bermain sebagai korban atau playing victim ketika ia sebenarnya adalah sumber permasalahan.

Tidak akan pernah ada orang yang suka kalau disalahkan. Dan orang yang mau mengakui kesalahan adalah sikap ksatria. Orang yang suka mengambil keuntungan dengan melepaskan diri dari tanggung jawab adalah perbuatan hina. Apalagi bermain sebagai korban atau playing victim ketika ia sebenarnya adalah sumber permasalahan. Itu akan menjadi sangat hina dan akan mudah untuk dikucilin orang lain akibat dari perbuatannya itu.

9. Orang yang terlalu kolot atau fanatik dan tak ingin mendengarkan pendapat orang lain.

Tidak bisa membedakan keyakinan dan fakta bisa menyulut kebencian orang lain. Jika kamu terlalu fanatik atau kolot terhadap pendapatmu sendiri, jangan heran orang-orang juga bakal menyingkir. Soalnya orang-orang akan menilai bahwa kamu adalah fanatik buta yang tidak bisa menerima rasionalitas.

Nah, pastikan kamu bukan salah satunya ya!

Orang yang tidak bisa membedakan antara keyakinan dan fakta akan menimbulkan kebencian orang lain. Mengapa tidak, Jika kamu terlalu fanatik atau kolot terhadap pendapatmu sendiri, maka jangan heran jika orang-orang juga bakal menyingkir. Soalnya orang-orang akan menilai bahwa kamu adalah fanatik buta yang tidak bisa menerima rasionalitas. Padahal sesungguhnya manusia tidak akan selamanya dalam keadaan yang benar, ada kalanya dalam kondisi yang salah, sehingga peran orang lain sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan, dan orang yang diberi masukan seharusnya bisa menerima kritik dan saran yang telah di berikan. Jika memang baik maka kita terapkan dalam hidup kita.

Nah, berdasarkan beberapa karakter yang dapat dijauhi oleh orang lain seperti diatas, pastikan kamu bukan salah satunya ya!

Leave a Reply